“KORUPSI”, “PERLU DIKASIHI”
“K O R U P S I”. Satu kata yang sejak digulirkannya era reformasi menjadi sangat populer dikalangan suku kata maupun ditelinga kita semua. Di era dimana nuansa keterbukaan sudah menjadi hal yang tidak bisa dibendung, semua serba pingin terbuka dari urusan rumah tangga sampai urusan negara, sehingga semua kudu transparan sampai dunia mode pun tak kalah transparan, ups … ngelantur. Kita kembali ke topik. Karena semua harus transparan akhirnya banyak kasus-kasus yang mulai dibuka ke publik, hal ini tak lepas karena peran media yang di era reformasi pun kecipratan merasakan udara kebebasan untuk menyampaikan berita apapun yang patut diketahui oleh pemirsa(baca masyarakat) tak terkecuali berita soal kasus “korupsi”. Media tak segan menayangkan berita soal korupsi dengan durasi yang cukup panjang bahkan tak mau kalah dengan tayangan liga sepak bola dunia pake acara SIARAN LANGSUNG.
Disatu sisi korupsi memang sangat merugikan negara dan menampar muka masyarakat yang berharap keadilan dan perubahan perilaku para penyelenggara negara itu, para pelakunya mesti dihukum berat kalo perlu diasingkan ke pulau komodo bersama para komodo yang lagi dipromosikan jadi 7 keajaiban dunia, sebab sangat ajaib diera perubahan ternyata perilaku korup malah menjadi.
Disisi lain “korupsi” juga perlu dikasihi, Nah loh koq bisa begitu?????.
Ya! karena “KORUPSI” yang satu ini pelakunya justru sedang giat membongkar kasus korupsi yang konon kabarnya terbesar di era reformasi ini. Mereka adalah para pimpinan sidang PANSUS CENTURY. Mereka sedang berjuang membuka sejelas-jelasnya kasus tersebut demi sebuah transparasi dan keadilan,,ck.ck.ck! Tapi apa daya ada sebagian anggota pansus yang kadang terlihat over acting dalam menggunakan haknya sehingga tak jarang membuat gerah pimpinan sidang dan anggota lainnya dan berakhir dengan debat kusir dan keluarlah kata-kata yang kurang layak bagi anggota dewan yang terhormat.
Para pimpinan sidangpun ada yang terpancing emosinya sehingga sidangpun sering keluar pakem akibat INTERUPSI yang kebablasan oleh sebagian anggota dewan (Pansus). Akhirnya pimpinan sidangpun perlu dikasihi karena jadi ikut menjadi “KORUPSI”
“K O R B A N I N T E R U P S I” hik….hik…hik…! Tetap istiqomah pak jangan takut sama para INTERUPTOR yang suka over acting, rakyat bersama anda .
=================
Tulisan ini dibuat dalam rangka memeriahkan lomba “Solusi Pemberantasan Korupsi Ala Blogger”.
Explore posts in the same categories: Kata-KatakuKaitkata: cerita insfirasi, solusi pemberantasan korupsi ala blogger
You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.
Februari 22, 2010 pada 11:33 am
ikutan lomba juga nih? hehe
Februari 22, 2010 pada 12:43 pm
——– wah lomba yaaaa…
Februari 22, 2010 pada 1:41 pm
“Tetap istiqomah pak jangan takut sama para INTERUPTOR yang suka over acting, rakyat bersama anda”
–> suka dengan kata-kata ini.. ^^
btw.. makasih atas partisipasinya yaaaa….
Februari 22, 2010 pada 2:01 pm
wew.. ikutan jg yah?? hehe/.. menang kalah gak penting bro.. yg penting semangat anti korupsi. koruptor harus diberantas dimuka bumi ini.. hehe.. semangat gan… semoga menang..
Februari 23, 2010 pada 4:18 am
yups..
tetep istiqomah..